CONTOH SOAL ESSAY K3 PESAWAT UAP & BEJANA BERTEKANAN Artikel Ahlik3.id

Durasi baca

5 menit

Dipublikasikan

Penulis

Tim Editorial

Konten

Blog

CONTOH SOAL ESSAY K3 PESAWAT UAP & BEJANA BERTEKANAN
Artikel

1.   Bagaimana prosedur administrasi pembuatan Ketel Uap yang harus dipenuhi pabrik pembuat di Indonesia ?

Jawab :

a. Pabrik pembuat yang ber SKP dari Dirjen PPK mengajukan berkas permohonan gambar rencana/design Pesawat Uap ke Direktur PNK3 Depnakertrans melalui Disnaker setempat, yang isinya sbb :

 

    1). Satu set gambar kalkir dari konstruksi pesawat uap tsb,  skala 1 : 12 atau lebih besar.

          + 4 set blue printnya.

 

    2). Satu set gambar kalkir dari detail sambungan

         Skala 1 : 1 dengan 4 set blue printnya.

 

3)   Material sertifikat yang syah dari setiap    bagian.

 

        b.  Team di DPNK3 melakukan evaluasi terhadap

              berkas permohonan.

 

        c.  Dirjen PPK mengesahkan Gbr design,disertai

             dengan  petunjuk-petunjuk teknis.

 

        d.   Gambar kalkir + 3 blue print yg telah disyahkan  disertai petunjuk teknis tsb. dikirim ke pabrik pembuat ybs, melalui Disnaker setempat.

 

        e.  Pabrik menerima berkas tersebut dari Disnaker setempat

 

        f.  Mulai membuat, diawasi oleh Pengawas  spesialis PU & BT Disnaker  atau AK3 spesialis PU & BT dari PJK3 yang ber SKP Dirjen PPK.

 

        g. Riksa- uji oleh Pengawas spesialis PU & BT  atau AK3 PU & BT.

 

        h. Radiography oleh pihak ke III. Misal PT.Sucofindo, PT.Paramuda Jaya, dsb.

 

        i.  Surat keterangan pengawasan pembuatan, diteken Pengawas spesialis PU & BT atau AK3 PU & BT dan Engineer ahli dari pabrik pembuat tsb.

 

         j. Selesai, Ketel dapat di jual lengkap dengan dokumen tersebut diatas.

 

2.   Bagaimana prosedur administrasi untuk memperoleh  Akte Izin Ketel Uap yang harus dipenuhi  oleh perusahaan ?

 

a.  Perusahaan meminta Formulir Btk.6 ke Disnaker

     dalam rangkap 4, lalu diisi, diteken dan dicap

     oleh pengusaha selaku calon pemakai.

 

b.      Dilampiri dengan ;

Dokumen surat keterangan pengawasan pembuatan yang berisi sbb :

1). Gbr. Konsruksi

2). Gbr detail sambungan

3). Material sertifikat

4). Laporan hasil radiography / UT.

5). Laporan hasil heat treatment.

6). Perhitungan kekuatan konstruksi.

7). Laporan hasil Hydrotest.

Dikirim ke Disnaker setempat atau PJK3.

 

 

c.       Riksa uji oleh Pengawas spesialia PU & BT atau AK3 Uap & BT-PJK3 ;

1). Pemeriksaan visual.

2). Perhitungan kekuatan ( lihat contoh ).

3). Hydro Test.

4)  Steam Test.

 

d.      Pengawas /AK3 PU & BT membuat laporan hasil pemeriksaan & pengujian ( Form.Btk.9)

 

e.       Depnaker/Disnaker menerbitkan AI.

 

f.        Penomoran pada Name Plate

 

g.      AI diberikan kepada pemohon.

 

h.      Selesai.

 

 

3.   Bagaimana prosedur administrasi dalam hal mutasi Ketel Uap berpindah ?

Dari pers.A di Medan , dipindah ke persh.B di Pekanbaru.

Jawab :

a.    Mr.Ayong Direktur PT.A mengajukan permohonan surat pengantar mutasi ke Disnaker Kota Medan dg membawa AI asli.

 

b.   Pengawas spesialis PU & BT  Disnaker Kota Medan melakukan riksa visual,

Kemudian membuat laporan hasil riksa, disampaikan kepada Ka-Disnaker Medan.

 

c.    Ka-Disnaker Medan  membuat surat pengantar, dilampiri AI asli.

 

d.   Oleh Mr.Ayong, surat pengantar dan AI asli serta Boiler disampaikan ke Mr.Ahok Direktur PT.B

Pekanbaru.

 

e.    Mr. Ahok mengisi Form Btk.6,diteken,cap diatas materai, dilampiri Surat pengantar Disnaker Medan + AI asli disampaikan ke Disnaker Pekanbaru.

 

f.     Pengawas spesialis K3 PU & BT Pekanbaru melakukan riksa-uji di PT.B Pekanbaru.

Laporan hasil riksa-uji disampaikan ke Kadisnaker Pekanbaru.

 

g.   Ka-Disnaker Pekanbaru menerbitkan SK Mutasi dilampirkan AI tsb.

 

h.   Penomoran baru.

 

i.      Selesai.

 

4.   Bagaimana prosedur administrasi dalam hal mutasi Ketel Uap tetap ?

        Jawab :

        Tidak ada mutasi, karena menurut peraturan perundangan K3 yang berlaku, begitu di geser dari    pondasinya, maka AI dicabut oleh Pemerintah/ Pemda.

 

 

    6. Bagaimana prosedur admistrasi dalam hal reparasi Ringan Ketel Uap ?

        Jawab :

         a.  Melapor ke Disnaker setempat secara tertulis.

 

         b.  Pengawas K3 PU & BT---riksa uji khusus.

              Menuliskan hasilnya di lembar blk AI.

 

         c.  Perusahaan menunjuk kontraktor yang ber SKP

              sebegai PJK3 pereprasi boiler.

 

         d.  Dilakukan reparasi----diawasi Pengawas K3

              K3 PU & BT.

 

         e.   Radiography oleh pihak ketiga.

 

         f.   Visual, Hydro Test, Steam Test.

 

         g.   Pengawas menandatangani  lembar dlm buku

               Akte Izin.

 

         h.   Selesai.

 

    7.   Bagaimana prosedur administrasi dalam hal reparasi berat Ketel Uap pipa api ?

          Jawab :

          Sama, tetapi harus ada Surat pengesahan gambar

          Rencana reparasinya dari DPNK3 Depnaker Pusat

          ( pada umumnya diurus oleh kontraktor pereparasi tsb).

 

8.   Jelaskan apa yang akan saudara lakukan selaku AK3U manakala perusahaan saudara memakai suatu Ketel Uap yg telah memiliki AI ,operator nama  si Badu umur 25 tahun dan Si Manu 26 tahun.

          Jawab :

          a.  Pengecekan dokumen di Kantor:

               1). Akte Izin :  Merk Ketel, No Serie Ketel,

                                        Tgl.Riksa terakhir..?

               2). Sertifikat operator.

 

          b.  Pengecekan /wawancara di lapangan ;

               1). SIO cocok ?

               2)  Buku operator diisi ?

               3). Name plate sesuai dg AI ?

 

         c.   Membuat laporan rutin hasil internal inspeksi.

         

    9.   Bagaimana saran saudara selaku AK3 manakala

          Ketel uap di perusahaan saudara telah mencapai 35 tahun ?

          Jawab :

          Misal buatan tahun 1975, maka langkah saya sbb :

 

          a.   Segera melaporkan secara tertulis kpd Ketua  P2K3, bahwa sesuai ketentuan K3 yg berlaku, KU tsb harus PB ( Penelitian Bahan ke B4T Bandung) paling lambat tahun 2010.

 

          b. Pimpinan perusahan saya sarankan menyam paikan surat ke Disnaker setempat untuk menugaskan Pengawas K3 PU & BT memberikan petunjuk teknis.

 

          c.   Pengawas K3 PU & BT Disnaker datang, dan memberikan petunjuk teknis pengambilan sampel ( lihat sket ).

 

a.          Pengeboran sampel oleh perusahaan sendiri.

 

          f.    Sample dikirim kr B4T dengan surat pengantar

                 Disnaker.

 

  g.   DT sampel di B4T------,diterbitkan hasil uji.

 

i.      Hasil DT Di analisis di DPNK3-----

Penentun umur Ketel.

j.     SK penentuan umur dikirim ke Disnaker,

     Diberikan kpd pengusahanya,

 

k.   Penambalan lobang PB

 

l.      Hydrotest.

m.         Pengawas K3 menulis dlm AI---OK.

n.Selesai---operasi lagi.

 

    10. Jelaskan  apa yg saudara lakukan selaku AK3 dimana perusahaan saudara  banyak memakai Botol Baja O2 milik distributor

          ( CV.Siak aneka gas ).

 

          1.  Usul ke pimpinan agar Botol Baja di barengi dg

               Pengesahan pemakaian Disnaker untuk atas

               Nama CV.Siak aneka gas.

 

          2.   Ketentuan warna cat, sungkup, cara membawa, penempatan di perusahaan di bina dan diawasi.

 

          3.  Laporan tertulis pelaksanaan tugas.

 

 

    11. Jelaskan  sanksi hukum dalam UU Uap 1930 terhadap pemakai dan terhadap operator.

          Denda / kurungan, lihat pasal.............

Bagikan artikel

Tentang penulis

Tim Editorial

Tim Editorial

Penasihat Sertifikasi K3 & Kompetensi BNSP · Ahlik3.id

Tim Editorial mendukung misi edukasi Ahlik3.id dengan menulis dan meninjau artikel yang menjembatani dunia operasional lapangan dengan persyaratan formal sertifikasi, termasuk persiapan tenaga kerja untuk skema yang relevan dengan sektor proyek Anda.

Cakupannya meliputi komunikasi risiko, prioritas pengendalian, serta kesiapan organisasi menghadapi pemeriksaan dokumen K3 dan bukti kompetensi; semuanya disampaikan dengan bahasa yang tetap mudah dipahami pembaca non-teknis.

Melalui tulisannya, Tim Editorial memperkuat trust pembaca terhadap Ahlik3.id: informasi disajikan terstruktur, dapat dilacak ke sumber resmi bila perlu, dan mengarahkan langkah konkret—dari identifikasi gap kompetensi hingga koordinasi dengan lembaga sertifikasi—tanpa mengandalkan biografi pribadi dari database.

Informasi sertifikat kompetensi BNSP

Tim kami menjelaskan skema, persyaratan, dan alur administrasi pelatihan serta uji kompetensi sesuai ketentuan lembaga resmi.

Untuk informasi jadwal, persyaratan, dan alur administrasi sertifikasi K3 BNSP serta pelatihan Kemnaker, silakan hubungi konsultan kami melalui kanal resmi di bawah.

Karier dan kompetensi

Perencanaan kompetensi dan sertifikat BNSP

Ilustrasi perencanaan kompetensi dan sertifikasi

Dokumentasi kompetensi di dunia kerja

Banyak perusahaan meminta bukti formal kompetensi untuk penugasan tertentu atau pemenuhan regulasi. Pengalaman lapangan tetap penting; sertifikat BNSP melengkapi profil Anda dengan verifikasi independen terhadap standar nasional.

Menyusun rencana sertifikasi sejak awal membantu Anda menyelaraskan portofolio kerja dengan unit kompetensi yang akan dinilai di LSP.

Selaraskan pengalaman dengan persyaratan formal

Beberapa proyek atau tender mensyaratkan okupansi dan sertifikat kompetensi tertentu. Mengetahui persyaratan lebih awal memungkinkan Anda mengalokasikan waktu untuk pelatihan dan asesmen tanpa mengganggu operasional.

Sertifikat Kompetensi BNSP merupakan salah satu bentuk dokumentasi yang umum dipakai di industri; kebutuhan spesifik tetap mengikuti kontrak dan kebijakan pemberi kerja.

Manfaat umum sertifikat kompetensi BNSP

Sertifikat Kompetensi BNSP menunjukkan bahwa kompetensi Anda telah dinilai sesuai standar nasional melalui LSP terakreditasi. Dokumen ini melengkapi riwayat pekerjaan dalam administrasi SDM dan compliance.

Secara umum, pemegang sertifikat dapat memperoleh:

  • Pengakuan formal: bukti kompetensi terstruktur untuk rekrutmen dan penugasan.
  • Profil profesional: referensi yang mudah diverifikasi oleh mitra kerja.
  • Kesiapan regulasi: mendukung pemenuhan persyaratan proyek atau sektor tertentu sesuai kontrak.