Contoh soal ujian calon ahli k3 umum, Mekanik, Uap dan Bejana Tekan Artikel Ahlik3.id

Durasi baca

2 menit

Dipublikasikan

Penulis

Tim Editorial

Konten

Blog

Contoh soal ujian calon ahli  k3 umum, Mekanik, Uap dan Bejana Tekan
Artikel

Diperbarui: 10 Apr 2023

Contoh ujian calon ahli  k3 umum Mata Ujian: Mekanik, Uap dan Bejana Tekan 

1.    Jelaskan nama peraturan perundangan yang merupakan landasan hukum pengawasan pesawat uap di Indonesia.  Jelaskan pula nama  pesawat-pesawat yang tergolong pesawat uap menurut peraturan perundangan yang Saudara maksud ?

Jawab :
Landasan Hukum :
a.    Undang-undang Uap  ( Stoom Ordonantie 1930 )
b.    Peraturan uap ( Stoom verordening 1930)
c.    Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Per. 01/Men/1988 tentang Klasifikasi dan Syarat-syarat Operator Pesawat Uap.
d.    Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi  RI No. Per. 02/Men/1982 tentang Klasifikasi Juru Las

Nama –nama pesawat yang tergolong pesawat uap :
a.    Ketel uap
b.    Pemanas api
c.    Pengering uap
d.    Penguap
e.    Bejana uap
f.    Pipa uap penghubung dengan diameter dalam lebih besar dari 450 mm.


2.    Jelaskan persyaratan apa  saja yang harus dipenuhi oleh pemakai / pengusaha bila akan mengoperasikan ketel uap baru, sehingga ketel uap tersebut dapat ijin untuk dioperasikan ?

Jawab : 
Akte ijin diberikan bila pemeriksaan dan pengujian atas pesawat uap dan alat-alat perlengkapannya memberikan hasil yang memenuhi syarat.
Pemeriksaan dan pengujian tersebut meliputi antara lain :     
a.    Pemeriksaan ketebalan
b.    Pemeriksaan  dimensi 
c.    Verifikasi material
d.    Pemeriksaan tidak merusak (NDT)
e.    Pengujian padat dengan air
f.    Pengesetan safety value
g.    Pemeriksaan alat perlengkapan lainnya.


3.    Jelaskan ruang lingkup pesawat tenaga , pesawat produksi, pesawat angkat dan pesawat angkut? Jelaskan pula siapakah yang melakukan pengawasannya dan sebutkan peraturan menteri yang mengaturnya ?

Jawab : 
ï‚§    Ruang lingkup 
3.1 Pesawat tenaga dan produksi :
a.    Penggerak  mula : motor bakar, turbin, dll.
b.    Perlengkapan transmisi tenaga mekanik : Pully dengan belt, rantai dengan roda gigi dll.
c.    Mesin produksi : mesin jahit, mesin tenun, dll.
d.    Mesin perkakas kerja : mesin gerinda, mesin potong dll.
e.    Dapur : dapur tinggi, dapur bagi dll.

3.2. Pesawat angkat dan angkut
a.    Peralatan angkat : mobil crane, gondola, power crane, dll.
b.    Pita transport : eskalator, ban berjalan, dll.
c.    Pesawat angkutan di atas landasan dan permukaan : forklift, dozer, kereta gantung dll.
d.    Alat angkutan jalan ril : lokomotif.

ï‚§    Yang melakukan pengawasan adalah:  Pegawai pengawas dan Ahli K3.
ï‚§    Peraturan yang mengatur :
a.    UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan kerja
b.    Permenaker No. 04.Men/ 1985 tentang Pesawat Tenaga dan Produksi
c.    Permenaker  No. 05/ Men/ 1985 tentang Pesawat Angkat dan Angkut 


4.    Mengapa seorang operator suatu peralatan / pesawat yang membahayakan dalam pengoperasian harus mendapatkan lisensi dari Depnakertrans ?

Jawab :
    Karena operator peralatan / pesawat yang membahayakan harus memiliki kemampuan dan ketrampilan khusus sesuai dengan peralatan/ pesawat yang dioperasikan. 

Operator tersebut di atas dimaksudkan agar dapat menjamin keselamatan dirinya sendiri dan teman kerjanya ( orang lain) , keamanan pengoperasian peralatan  / pesawat dan menjaga keamanan  lingkungan kerjanya sehingga kecelakaan kerja dapat dihindarkan.

Untuk memenuhi hal tersebut di atas dan berdasarkan peraturan perundang-undangan  yang berlaku maka operator peralatan/ pesawat yang membahayakan harus mendapat kan lisensi dari DEPNAKERTRANS.

Demikian Contoh ujian calon ahli  k3 umum Mata Ujian: Mekanik, Uap dan Bejana Tekan

Selanjutnya simak Konstruksi Bangunan , Instalasi Listrik dan Penanggulangan Kebakaran

 

 

Bagikan artikel

Tentang penulis

Tim Editorial

Tim Editorial

Penasihat Sertifikasi K3 & Kompetensi BNSP · Ahlik3.id

Tim Editorial mendukung misi edukasi Ahlik3.id dengan menulis dan meninjau artikel yang menjembatani dunia operasional lapangan dengan persyaratan formal sertifikasi, termasuk persiapan tenaga kerja untuk skema yang relevan dengan sektor proyek Anda.

Cakupannya meliputi komunikasi risiko, prioritas pengendalian, serta kesiapan organisasi menghadapi pemeriksaan dokumen K3 dan bukti kompetensi; semuanya disampaikan dengan bahasa yang tetap mudah dipahami pembaca non-teknis.

Melalui tulisannya, Tim Editorial memperkuat trust pembaca terhadap Ahlik3.id: informasi disajikan terstruktur, dapat dilacak ke sumber resmi bila perlu, dan mengarahkan langkah konkret—dari identifikasi gap kompetensi hingga koordinasi dengan lembaga sertifikasi—tanpa mengandalkan biografi pribadi dari database.

Informasi sertifikat kompetensi BNSP

Tim kami menjelaskan skema, persyaratan, dan alur administrasi pelatihan serta uji kompetensi sesuai ketentuan lembaga resmi.

Untuk informasi jadwal, persyaratan, dan alur administrasi sertifikasi K3 BNSP serta pelatihan Kemnaker, silakan hubungi konsultan kami melalui kanal resmi di bawah.

Karier dan kompetensi

Perencanaan kompetensi dan sertifikat BNSP

Ilustrasi perencanaan kompetensi dan sertifikasi

Dokumentasi kompetensi di dunia kerja

Banyak perusahaan meminta bukti formal kompetensi untuk penugasan tertentu atau pemenuhan regulasi. Pengalaman lapangan tetap penting; sertifikat BNSP melengkapi profil Anda dengan verifikasi independen terhadap standar nasional.

Menyusun rencana sertifikasi sejak awal membantu Anda menyelaraskan portofolio kerja dengan unit kompetensi yang akan dinilai di LSP.

Selaraskan pengalaman dengan persyaratan formal

Beberapa proyek atau tender mensyaratkan okupansi dan sertifikat kompetensi tertentu. Mengetahui persyaratan lebih awal memungkinkan Anda mengalokasikan waktu untuk pelatihan dan asesmen tanpa mengganggu operasional.

Sertifikat Kompetensi BNSP merupakan salah satu bentuk dokumentasi yang umum dipakai di industri; kebutuhan spesifik tetap mengikuti kontrak dan kebijakan pemberi kerja.

Manfaat umum sertifikat kompetensi BNSP

Sertifikat Kompetensi BNSP menunjukkan bahwa kompetensi Anda telah dinilai sesuai standar nasional melalui LSP terakreditasi. Dokumen ini melengkapi riwayat pekerjaan dalam administrasi SDM dan compliance.

Secara umum, pemegang sertifikat dapat memperoleh:

  • Pengakuan formal: bukti kompetensi terstruktur untuk rekrutmen dan penugasan.
  • Profil profesional: referensi yang mudah diverifikasi oleh mitra kerja.
  • Kesiapan regulasi: mendukung pemenuhan persyaratan proyek atau sektor tertentu sesuai kontrak.