SOAL DAN JAWABAN K3 UMUM KONSTRUKSI BANGUNAN, INSTALASI LISTRIK DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN Artikel Ahlik3.id

Durasi baca

8 menit

Dipublikasikan

Penulis

Tim Editorial

Konten

Blog

SOAL DAN JAWABAN  K3 UMUM KONSTRUKSI BANGUNAN, INSTALASI LISTRIK DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN
Artikel

Diperbarui: 29 Mar 2023

1. Pengujian kualitas alat pemadam api ringan (APAR) antara lain berupa :
a. Kondisi tabung APAR nya saja
b. Kondisi tabung APAR dan kualitas bahan pemadamnya.
c. Cara penempatan dan peralatannya
d. Cara penggunaan dengan benar.

2. Sistem penanggulangan aktif merupakan langkah penting dlm system penanggulangan kebakaran, jenisnya diantaranya adalah :
a. Keadaan kualitas gedung dan perlengkapannya.
b. Instalasi penanggulangan kebakaran permanen maupun temporer
c. Jawaban a dan b benar
d. Jawaban a dan b salah.


3. Instalasi penangkal petir radio aktif saat ini tidak diizinkan dipasarng di Indonesia, sebab mengundang bahaya potensial berupa :

a. Exposure radio aktif
b. Kurang efektif menyalurkan arus petir
c. Sulit cara pemasangan
d. Mengundang badai petir.

4. Penanggulangan K3 Kebakaran dan listrik dilaksanakan dengan pola peventif, apakah yang dimaksud dengan pola tsb :
a. Dimulai dari saat perencanaan.
b. Dilakukan perawatan rutin
c. Dilaksanakan setelah ada kejadian kecelakaan
d. Dimulai saat pelaksanaan.

5. Yang termasuk sistem proteksi kebakaran pasif antara lain :
a. Kualitas bahan bangunan
b. Alat Pemadam Api Ringan
c. Sarana Evakuasi
d. Hydran

6. Terdapat 3 (tiga) jenis pompa hydrant/springkler yaitu :
a. Pompa listrik, pompa disel, pompa air.
b. Pompa listrik, pompa disel, pompa jocky
c. Pompa utama, pompa jocky dan pompa cadangan
d. Jawban a, b dan c benar.

7. Untuk mendeteksi kebakaran pada ruangan yang cenderung memiliki suhu yang berubah-ubah sebaiknya dipasang detector :
a. Detektor asap tipe ionisasi
b. Detector panas suhu tetap
c. Detector nyala api
d. Detector panas tipe kenaikan suhu.

8. Penggunaan media pemadam Halon Total Flooding System dibatasi penggunaannya di Indonesia disebabkan oleh :
a. Kualitas pemadam buruk
b. Merusak lingkungan (lapisan ozon)
c. Harga terlalu mahal
d. Jawaban a, b dan c benar.

9. Beberapa persyaratan yang harus diperhatikan dalam rangka memadamkan kebakaran antara lain :
a. Mengetahui arah angin
b. Mengetahui jenis benda yang terbakar
c. Mengetahui kondisi bangunan
d. Jawaban a, b dan c benar.


10. Dlm system jaminan keamanan pd jalur tangga kebakaran dari pengaruh gas atau asap akibat kebakaran, diperlukan pelengkapan :

a. Fan system penyedot udara
b. Fan system tekanan udara
c. Jawaban a dan b benar
d. Jawaban a dan c salah.

11. Tekanan minimum dan maximum pada titik hidran terjauh atau tertinggi dari pompa adalah :
a. Minimum 4kg/cm2 max 7 kg/cm2.
b. Minimum 5kg/cm2 max 8 kg/cm2.
c. Minimum 4,5kg/cm2 max 7 kg/cm2.
d. Jawaban a, b dan c benar.

12. Hydran dibagi menjadi 3 kelas yaitu kelas I, II dan III. Isi hydran box klas III adalah :
a. Nozle lengkap dengan selang hydran 1½ “ dan landing Valve 2½”
b. Nozle lengkap dengan selang 2½ “
c. Nozle lengkap dengan selang 1½ “
d. Gulungan selang ukuran 2½ “ dan landing Valve 2½”

13. Untuk mendeteksi kebakaran diruang genset sebaiknya dipasang detector kebakaran jenis :
a. Detektor asap
b. Detector panas temperature tetap
c. Detector nyala api
d. Detector panas type kenaikan suhu.

14. Setiap jenis penyalur petir harus dilengkapi dengan pembumian sekurangkurangnya, :
a. 2 (dua) buah
b. 3 (tiga) buah
c. 4 (empat) buah
d. 5 (lima) buah

15. Sudut perlindungan setiap penerima petir adalah :
a. 90 O
b. 110 O
c. 112 O
d. 120 O

16. Dalam kejadian kebakaran didalam gedung dapat terjadi yang disebut back draft. Back draft dapat terjadi apabila :
a. Kebakaran didalam ruangan tertutup dengan oxygen yang cukup dan terdapat bahan yang mudah meledak.
b. Kebakaran dalam ruang tertutup kehabisan oxygen, bila ada kesempatan udara masuk akan terjadi ledakan.
c. Jawaban a dan b benar
d. Jawaban a dan b salah

17. Produk dari kebakaran dapat berupa :
a. Termal
b. Non termal
c. CO2 dan CO
d. Jawaban a, b dan c benar.

18. Salah satu cara pengendalian energi diatur dalam peraturan perundangan dibawah ini :
a. Permenaker No. 04/Men/1981
b. Peraturan khusus EE
c. Permenaker No. 04/Men/1987
d. Permenaker No. 02/Men/1983.

19. Dibawah ini cara pemadam api yang dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran kecuali :
a. Starvation
b. Cooling
c. Conduction
d. Smothering

20. Salah satu system Pasif Fire Protection adalah Fire/smoke damper. Yang dimaksud dengan Fire/Smoke damper adalah :
a. Damper pada koridor
b. Damper pada ducting AC Sentral
c. Damper pada setiap bukaan
d. Jawaban a, b dan c benar.

21. Potensi bahaya pada instalasi listrik diantarannya :
a. Beban lebih
b. Panas
c. Kebakaran
d. Peledakan

22. Alat yang digunakan untuk mengukur kehandalan elektroda pembumian instalasi penyalur petir adalah :
a. Mega ohm meter
b. Insulation tester
c. Earth Resistans tester
d. Sound level meter

23. Lantai kerja yang aman adalah lantai kerja yang memiliki resistansi isolasi sekurang-kurangnya sebesar.
a. 10 kilo – Ohm
b. 20 kilo – Ohm
c. 50 kilo – Ohm
d. 70 kilo – Ohm

24. Pemasangan instalasai listrik di Indonesia pada saat ini berpedoman kepada :
a. Peraturan Umum Instalasi Listrik 1977 (PUIL 1977)
b. Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987 (PUIL 1987)
c. Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000)
d. Peraturan Umum Instalasi Listrik 2002 (PUIL 2002)

25. Apa kemungkinan bahaya yang dapat dialami seseorang terhadap instalasi listrik ? :
a. Bahaya sambaran petir karena sambaran tidak langsung
b. Bahaya sentuh langsung
c. Bahaya sentuh tidak langsung
d. Jawaban b dan c benar.

26. Apa yang dimaksud dengan bahaya sentuh langsung ?
a. Sentuh pada bagian konduktif yang dalam keadaan kerja normal umumnya bertegangan dan atau dialiri arus.

b. Sentuk pada bagian konduktif terbuka perlengkapan atau instalasi listrik yang menjadi bertegangan akibat kegagalan kegagalan isolasi.

c. Sentuh pada bagian yang tidak konduktif dari perlengkapan atau instalasi listrik
d. Semua jawaban a, b dan c benar.

27. SNI – 04 – 0225 – 2000 tentang PUIL 2000 diberlakukan melalui Kepmenaker dan Transmigrasi Nomor :
a. Kepmenaker No. Per.04/Men/1988.
b. Kepmenakertrans No. Kep. 75/Men/2000
c. Kepmenakertrans No. Kep. 75/Men/2001
d. Kepmenakertrans No. Kep. 75/Men/2002

28. Dalam persyaratan untuk Badan Pengusahaan Listrik, antara lain dipersyaratkan :
a. Harus memiliki Ahli K3 Umum
b. Harus mempunyai teknisi yang memiliki kompetensi K3 dibidang listrik yang disyahkan oleh Depnaker.
c. Tidak harus memiliki teknisi
d. Semua jawaban a, b dan c benar.

29. Kegagalan isolasi dari suatu instalasi listrik harus dicegah terutama dengan cara :
a. Perlengkapan listrik harus dirancang dan dibuat dengan baik.
b. Bagian aktif harus diisolasi dengan bahan yang tepat.
c. Instalasi listrik harus dipasang dengan baik.
d. Jawaban a, b dan c benar.


30. Syarat-syarat keselamatan kerja ditetapkan melalui peraturan perundangan, salah satunya persyaratan untuk mencegah terkena aliran listrik. Syarat-syarat tersebut memuat prinsip-prinsip teknis ilmiah menjadi kumpulan ketentuan yang disusun

secara :
a. Acak, smar dan praktis
b. Teratur, samar dan praktis
c. Teratur, jelas dan praktis
d. Jawaban a, b dan c tidak ada yang benar.

31. Instansi yang berwenang menurut PUIL 2000 adalah :
a. Lembaga yang membuat PUIL
b. Instansi yang memberlakukan PUIL
c. Badan Standarisasi Nasional Indonesia
d. Badan Pengusahaan Listrik

32. Instalasi penyalur petir diatur berdasarkan :
a. Permenaker No. Per. 02/Men/1989.
b. Permenaker No. Per. 04/Men/1987.
c. Permenaker No. Per. 04/Men/1985.
d. Permenaker No. Per. 01/Men/1979.

33. Penggunaan lift yang salah yaitu :
a. Kapasitas angkut lift tidak dicantumkan dan dipasang didalam sangkar lift.
b. Kapasitas angkut harus sesuai dengan izin lift.
c. Kapasitas angkut lift dicantumkan dan dipasang dalam sangkar lift.
d. Penetapan jumlah orang yang diangkut berdasarkan SNI yang berlaku.

34. Surat izin operasi pemakaian lift berlaku selama :
a. 2 (dua) tahun dan dapat diperbaharui kembali
b. 3 (tiga) tahun dan dapat diperbaharui kembali
c. 5 (lima) tahun dan dapat diperbaharui kembali
d. Tidak ada yang benar.

35. Instalasi penyalur petir secara umum harus memenuhi persyaratan :
a. Kemampuan perlindungan secara tehnis.
b. Ketahanan mekanis
c. Ketahanan terhadap korosi
d. Semua jawaban benar.

36. Instalasi proteksi petir internal diatur dalam peraturan :
a. SNI 04-0225-2000 (PUIL 2000)
b. Permenaker No.Per.02/Men/1989.
c. Kepmenaker No. Kep. 75/2002
d. Jawaban a, b dan c salah

37. Alat untuk mengukur tahanan isolasi kabel listrik adalah :
a. Multi tester
b. Ohm meter
c. Insulation Resistan Tester
d. Volt meter.

38. Besarnya nilai pembumian (grounding) adalah :
a. Max 0,5 Ohm
b. Max 5 Ohm
c. Max 50 Ohm
d. Jawaban a, b dan c salah.

39. Dasar hukum pengawasan K3 konstruksi bangunan antara lain :
a. UU No. 1 tahun 1970
b. Permenaker No. 1/Men/1980
c. SKB Menaker dan Menteri PU
No. Kep.174/Men/1986
No. 104/Kepts/1986
d. Jawaban a, b dan c benar.

40. Pengawasan K3 Konstruksi bangunan dilakukan pada setiap tahapan pekerjaan yaitu :
a. Perencanaan, pelaksanaan dan pemanfaatan.
b. Penggalian, pembetonan.
c. Pemasangan tiang-tiang bangunan.
d. Jawaban a, b dan c benar.

41. Yang bertanggung jawab atas kecelakaan kerja yang terjadi pada pelaksanaan pembangunan gedung adalah :
a. Konsultan perencana
b. Pemberi tugas
c. Kontraktor
d. Supplier material

42. Setiap pekerjaan konstruksi bangunan akan dimulai pengurus membentuk unit K3yang berfungsi untuk :
a. Usaha-usaha pencegahan kecelakaan, kebakaran, peledakan dan penyakit akibat kerja.
b. Usaha – usaha pertolongan pertama pada kecelakaan.
c. Usaha-usaha penyelamatan.
d. Jawaban a, b dan c benar.

43. Pengawasan K3 sarana Bangunan meliputi :

a. Semua instalasi dari tahapan kegiatan pembangunan konstruksi bangunan mulai dari kegiatan pelaksanaan, serah terima pekerjaan sampai dengan masa pemeliharaan /perawatan.


b. Semua peralatan dari tahapan kegiatan pembangunan konstruksi bangunan mulai dari kegiatan pelaksanaan serah terima pekerjaan sampai dengan masa pemeliharaan/perawatan.


c. Semua sarana pendukung mulai dari kegiatan pelaksanaan, serah terima pekerjaan sampai dengan masa pemeliharaan / perawatan.

d. Jawaban a, b dan c benar.

44. Tahapan pelaksanaan konstruksi bangunan terdiri dari :
a. Rancangan teknis pelaksanaan dan pasca konstruksi.
b. Rancangan teknis pelaksanaan
c. Rancangan pasca konstruksi
d. Jawaban a, b dan c benar.

45. Salah satu bentuk pengawasan K3 konstruksi bangunan yaitu :
a. Akte Pengawasan Tempat Kerja kegiatan konstruksi bangunan
b. Wajib lapor perjaan/proyek konstruksi bangunan
c. Daftar periksa / Checklist K3 bangunan tinggi
d. Jawaban a, b dan c benar.

46. Langkah-langkah dalam melaksanakan tahapan kegiatan konstruksi bangunan yaitu :
a. Akte Pengawasan Tempat Kerja kegiatan konstruksi bangunan.
b. Standard Operation Procedue
c. Daftar periksa /Checklist K3 Bangunan tinggi
d. Wajib lapor pekerjaan / proyek konstruksi bangunan

47. Petugas teknis K3 yg mengkoordinir pelaksanaan K3 terhadap seluruh tahapan pekerjaan konstruksi bangunan dalah:
a. Construction Safety Engineer
b. Construction Safety Inspector
c. Construction Safety Officer
d. Jawaban a, b dan c benar.

48. Terdapat beberapa cara perpindahan panas pada kejadian kebakaran seperti dibawah ini kecuali :
a. Radiation
b. Reduction
c. Convection
d. Conduction

49. Pasif Fire protrection antara lain sebagaimana tertera dibawah ini, kecuali:
a. Kompartemen
b. Fire/smoke damper
c. Fire Extinguisher
d. Fire Reterdant

50. Setiap 5 (lima) tahun sekali tabung APAR harus diuji hydrostatic test dengan air
dingin. Pada tabung apar dengan tekanan kerja 12 kg/cm2 berapa besar tekanan uji
hydrostatic test yang harus dilakukan
a. 17 kg/cm2
b. 18 kg/cm2
c. 20 kg/cm2
d. 24 kg/cm2

Bagikan artikel

Tentang penulis

Tim Editorial

Tim Editorial

Penasihat Sertifikasi K3 & Kompetensi BNSP · Ahlik3.id

Tim Editorial mendukung misi edukasi Ahlik3.id dengan menulis dan meninjau artikel yang menjembatani dunia operasional lapangan dengan persyaratan formal sertifikasi, termasuk persiapan tenaga kerja untuk skema yang relevan dengan sektor proyek Anda.

Cakupannya meliputi komunikasi risiko, prioritas pengendalian, serta kesiapan organisasi menghadapi pemeriksaan dokumen K3 dan bukti kompetensi; semuanya disampaikan dengan bahasa yang tetap mudah dipahami pembaca non-teknis.

Melalui tulisannya, Tim Editorial memperkuat trust pembaca terhadap Ahlik3.id: informasi disajikan terstruktur, dapat dilacak ke sumber resmi bila perlu, dan mengarahkan langkah konkret—dari identifikasi gap kompetensi hingga koordinasi dengan lembaga sertifikasi—tanpa mengandalkan biografi pribadi dari database.

Informasi sertifikat kompetensi BNSP

Tim kami menjelaskan skema, persyaratan, dan alur administrasi pelatihan serta uji kompetensi sesuai ketentuan lembaga resmi.

Untuk informasi jadwal, persyaratan, dan alur administrasi sertifikasi K3 BNSP serta pelatihan Kemnaker, silakan hubungi konsultan kami melalui kanal resmi di bawah.

Karier dan kompetensi

Perencanaan kompetensi dan sertifikat BNSP

Ilustrasi perencanaan kompetensi dan sertifikasi

Dokumentasi kompetensi di dunia kerja

Banyak perusahaan meminta bukti formal kompetensi untuk penugasan tertentu atau pemenuhan regulasi. Pengalaman lapangan tetap penting; sertifikat BNSP melengkapi profil Anda dengan verifikasi independen terhadap standar nasional.

Menyusun rencana sertifikasi sejak awal membantu Anda menyelaraskan portofolio kerja dengan unit kompetensi yang akan dinilai di LSP.

Selaraskan pengalaman dengan persyaratan formal

Beberapa proyek atau tender mensyaratkan okupansi dan sertifikat kompetensi tertentu. Mengetahui persyaratan lebih awal memungkinkan Anda mengalokasikan waktu untuk pelatihan dan asesmen tanpa mengganggu operasional.

Sertifikat Kompetensi BNSP merupakan salah satu bentuk dokumentasi yang umum dipakai di industri; kebutuhan spesifik tetap mengikuti kontrak dan kebijakan pemberi kerja.

Manfaat umum sertifikat kompetensi BNSP

Sertifikat Kompetensi BNSP menunjukkan bahwa kompetensi Anda telah dinilai sesuai standar nasional melalui LSP terakreditasi. Dokumen ini melengkapi riwayat pekerjaan dalam administrasi SDM dan compliance.

Secara umum, pemegang sertifikat dapat memperoleh:

  • Pengakuan formal: bukti kompetensi terstruktur untuk rekrutmen dan penugasan.
  • Profil profesional: referensi yang mudah diverifikasi oleh mitra kerja.
  • Kesiapan regulasi: mendukung pemenuhan persyaratan proyek atau sektor tertentu sesuai kontrak.